TUGAS
MATA KULIAH BIMBINGAN KARIER 2
DOSEN
PENGAMPU: IBU IMANIYATUL FITRIYAH Sp.d
T
E
M
A
Development Theory

Oleh
: Moh.dhofir
Agus wedi
Sulastri
Indah ilaning tias
STAI AL-KHAIRAT
2015-2016
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam
nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa
keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan
akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai
menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima
kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman
sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moril maupun materil,
sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Kami
menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam
hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala
hanya menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik
dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain
waktu.
Harapan
yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang
kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain
yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul
ini sebagai tambahan dalam menambah
referensi yang telah ada.
DAFTAR ISI
SAMPUL………………………………………………………………………….. 1
KATA PENGANTAR……………………………………………………………. 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………… 3
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar
Belakang…………………………………………………………… 4
- Rumusan
Masalah……………………………………………………….. 4
- Tujuan…………………………………………………………………… 4
BAB II
PEMBAHASAN TEORI
1.
Pencetus Teori…………………………………………………………… 5
- Latar
Belakang Munculnya Teori………………………………………. 5
- Inti
Teori………………………………………………………………… 5
- Evaluasi
Keunggulan dan Kelemahan………………………………….. 13
- Peranan
Informasi Dan Seleksi Karir…………………………………… 13
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………………….. 14
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………… 15
BAB I
PEDAHULUAN
- Latar
Belakang
Donald
Super mencanangkan suatu pandangan tentang perkembangan karir yang berlingkup
sangat luas, karena perkembangan jabatan itu dipandang sebagai suatu proses
yang mencakup banyak faktor. Faktor tersebut untuk sebagian terdapat pada
individu sendiri dan untuk sebagian terdapat dalam lingkungan hidupnya yang
semuanya berinteraksi satu sama lain dan bersama-sama membentuk proses
perkembangan karier seseorang. Pilihan jabatan merupakan suatu perpaduan dari
aneka faktor pada individu sendiri seperti kebutuhan, sifat-sifat kepribadian,
serta kemampuan intelektual, dan banyak faktor di luar individu, seperti taraf
kehidupan sosial-ekonomi keluarga, variasi tuntutan lingkungan kebudayaan, dan
kesempatan/kelonggaran yang muncul. Titik berat dari hal-hal tersebut diatas
terletak pada faktor-faktor pada individu sendiri.
Donal
Super menaruh perhatian pada psikologi diferensial sebagai cabang ilmu
psikologi yang mempelajari perbedaan bermakna bermakna antara
individu-individu, antara lain denga menggunakan alat-alat tes untuk memperoleh
data tentang berbagai ciri kepribadian yang jelas mempunyai kaitan dengan
memegang suatu jabatan, seperti kemampuan intelektual, bakat khusus, minat, dan
sifat-sifat kepribadian. Donald Super mengakui sumbangan positif dari teori
Trait and Factor, yang untuk sebagian bergerak dalam psikologi inferensial
(differential psychology).
2.
Rumusan Masalah
Dari
latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah yang
diambil yaitu :
- Siapa Pencetus Super
Development Theory?
- Apa Latar Belakang Munculnya
Teori Super?
- Apa Inti dari Teori Super?
- Apa Peranan Informasi Dan
Seleksi Karir?
3.
Tujuan
Dari
rumusan masalah diatas, maka tujuannya yaitu :
- Mengtahui Pencetus Super Development Theory
- Memahami Latar Belakang munculnya
Teori Super
- Mengetahui Inti dari Teori
Super
- Memahami Evaluasi Keunggulan
dan Kelemahan
- Mengetahui Peranan Informasi
Dan Seleksi Karir
BAB II
PEMABAHASAN
- PENCETUS
TEORI
Donald
Edwin Super, Profesor Emeritus Psikologi dan Pendidikan di Teachers College, Columbia
University, adalah koordinasi internasional Pekerjaan Pentingnya Studi di
departemen psikologi di University of Florida. Hingga pensiun, ia juga aktif
berafiliasi dengan University of Georgia dan Armstrong State College (di
Savannah) dan menjabat sebagai konsultan untuk berbagai instansi pemerintahan,
perusahaan, dan institusi pendidikan.
Profesor
Super telah menjadi sebagai editor konsultasi untuk beberapa Amerika, Inggris,
dan jurnal psikologi internasional dan penulis atau salah seorang pengarang
buku seperti Penilaian Kejuruan Fitness, The Psychology of Karir, Konseling
Computer-Assisted, Kejuruan Mengukur Kedewasaan, dan Pengembangan Karir di
Inggris. Dia telah menulis atau coauthoried beberapa tes psikologi banyak
digunakan untuk konseling kejuruan dan seleksi personil. Dia adalah naggota
kehormatan dari Institut Nasional untuk Karir Pendidikan dan Konseling di
Cambridge, dan direktur untuk tiga tahun sementara rekan di Wolfson College,
Cambridge University.
Dia
adalah mantan presiden organisasi internasional dan Amerika di bidang psikologi
dan pendidikan, termasuk Divisi Psikologi Konseling dari Amerika Pshicholical
Association. Pada tahun 1983 ia menerima Penghargaan Asosiasi Psikolog Amerika
untuk Kontribusi Distinguished Scientific untuk Aplikasi Psikologi. Ia juga
penerima gelar Doctor of Science dari University Oxford.
2.
LATAR BELAKANG MUNCULNYA TEORI
Pada
tahun 1951 Donald E. Super melancarkan the Career Pattern Study, yang
segera menjadi salah satu dari studi-studi jangka panjang bidang pertama yang
diabaikan kepada penelitian progmatik dalam bidang perilaku karir. Berbeda
dengan para psikolog karir lainnya, Super telah menolong membebaskan bimbingan
dan konseling karir dari konsep pengambilan keputusan yang statistik dan
memperhatikan kontribusi-kontirbusi potensial dari sosiologi ekonomi terhadap
bidang ini, dan mmenempatkan studi perilaku karir dalam konteks perkembangan
manusia. Pandangan-pandangannya mula-mula dikemukakan dalam serangkaian artikel
dalam jurnal yang berpengaruh sejak permulaan tahun 1950-an dan kemudian
dilakukan sintetis dan diperluas sehingga menjadi suatu buku, The Psychology
of Careers (1957). Tahun 1973 dalam mengikuti konsep kematangan vokasional
Super, selama bertahun-tahun (1961-1971) Crites mengembangkan pengukuran
sikap-sikap dan kompetensi-kompetensi pilihan karir yang diterbitkan dengan Career
Maturity Inventory (CMI) pada tahun 1973 dan direvisi tahun 1978. Insturmen
ini disusun berdasarkan pada perbedaan isi dan proses pilihan karir yang
sebelumnya tidak disebutkan.
Dari
penyajian diatas tampak adanya beberapa kecendrungan pokok dalam sejarah
bimbingan dan karir. Bilamana bimbingan dan konseling karir dipandang sebagai
suatu kondisi perlakuan, maka waktunya terbatas. Dalam pengertian ini bimbingan
dan konseling karir akan dipandang sebagai jawaban terhadap masalah-masalah
vokasional atau terhadap kesulitan0kesulitan dalam pilihan pekerjaan dengan
menerapkan pengetahuan tertentu untuk memecahkannya.
3.
INTI TEORI
Teori
konsep diri tentang karir (the career self-concept theory) adalah pandangan
Donald Super bahwa konsep diri individu memainkan peran pokok dalam pemilihan
karir, Super percaya banyak perubahan perkembangan dalam konsep diri tentang
pekerjaan terjadi waktu remaja dan dewasa muda, (super 1967, 1976).
Pertama,
pada usia 14 sampai 18 tahun, remaja mengembangkan gagasan tentang
bekerja yang berhubungan dengan konsep diri global yang sudah mereka miliki.
Fase ini disebut kristalisasi ( crystallization ). antara usia 18 dan 22 tahun
mereka mempersempit pemilihan karir dan memulai prilaku yang memungkinkan
mereka memasuki beberapa tipe karir. Fase ini disebut mentasi ( implementation
), keputusan untuk memilih dan cocok dengan karir tertentu dibuat antara
usia 25 dan 35 tahun, disebut stabilisasi ( stabilization ), akhirnya setelah
usia 35 tahun, individu berusaha memajukan dan mencapai posisi yang statusnya
lebih tinggi, fase ini disebut konsolidasi ( consolidation )
Rentang
usia hendaknya dianggap lebih sebagai suatu perkiraan dan bukan suatu yang
kaku. Super percaya bahwa eksplorasi karir pada masa remaja adalah unsure kunci
dari konsep diri tentang karir pada remaja. Ia membangun Career Development
isventory untuk membantu konselor dalam meningkatkan eksplorasi karir pada
remaja.
Teori
Super dinyatakan dalam bentuk proporsi. Pada mulanya yaitu pada 1953, Super
mengenali sepuluh proporsi, kemudian 1957 bersama Barchrach, itu dikembangkan
menjadi dua belas. Proporsi-proporsi itu adalah (Super 1984) :
- Orang itu berbeda-beda
kemampuan, minat, dan kepribadiannya.
- Karena sifat-sifat tersebut,
orang itu mempunyai kewenangan untuk melakukan sejumlah pekerjaan.
- Setiap pekerjaan menghendaki
pola kemampuan, minat dan sifat kepribadian yang cukup luas, sehingga bagi
setiap orang tersedia beragam pekerjaan dan setiap pekerjaan terbuka bagi
bermacam-macam orang
- Preferensi dan kemampuan
vokasional, konsep diri orang itu berubah-ubah. Pilihan dan penyesuaian
merupakan proses berkelanjutan.
- Orang mengalami proses
perubahan melalui tahap-tahap pertumbuhan (growth), eksplorasi, kemapanan
(establishment), pemeliharaan (maintance), dan kemunduran (decline),.
Tahap eksplorasi selanjutnya terbagi atas fase-fase fantasi tentative, dan
realistic, sedangkan tahap kemampuan terbagi atas fase-fase uji coba
(trial) dan keadaan mantap (stable). Tahap-tahap kehidupan tersebut
disebut “ daur besar” (maxycycle). Orang mengalami juga daur yang lebih
kecil ketika dalam peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya, yaaitu
waktu terjadi ketidakmapanan karir. Keadaan ini menimbulkan pertumbuhan
baru, eksplorasi baru, dan pelembagaan baru.
- Pola karir orang ditentukan
oleh taraf sosioekonomi orang tua, kemampuan mental, cirri kepribadian,
dan oleh tersedianya kesempatan.yang dimaksud pola karir ialah tingkatan
pekerjaan yang dicapai dan bagaimana sekuensi (runtutan), frekuensi
(keseringan), dan durasi (lama kelangsungan) pekerjaan-pekerjaan yang
masih bersifat uji coba dan yang sudah mantap.
- Perkembangan orang dalam
melewati tahap-tahap dapat dipandu dengan bantuan untuk pematangan
kemampuan dan minat dan dengan bantuan untul melakukan uji realitas
(reality testing) serta untuk mengembangkan konsep diri.
- Perkembangan karir adalah
proses mensintesis dan membuat kompromi dan pada dasarnya ini adalah soal konsep
diri. Konsep diri merupakan hasil interaksi kemampuan bawaan, keadaan
fisik, kesempatan berperan, dan evaluasi apakah peranan yang dimainkan itu
memperoleh persetujuan orang yang lebih tua atau atasan dan teman-teman.
- Proses mensintesis atau kompromi
antara faktor-faktor individu dan sosial, antara konsep diri dan realitas,
adalah proses permainan peranan dalam berbagai latar dan keadaan (Pribadi,
kelompok, pergaulan, hubungan kerja)
- Penyaluran kemampuan, minat,
sifat kepribadian, dan nilai menetukan diperolehnya kepuasan kerja dan
kepuasan hidup. Kepuasan juga bergantung pada kemapanan dalam pekerjaan,
situasi pekerjaan, dan cara hidup yang memungkinkan orang memainkan
peranan yang dinilai cocok dan patut
- Kepuasan yang diperoleh dari
pekerjaan itu selars dengan penerapan konsep diri.
- Bekerja dan pekerjaan merupakan
titik pusat organisasi kepribadian bagi kebanyaka orang, sedangkan bagi
segolongan orang lagi yang menjadi titik pusat adalah hal lain, misalnya
pengisian waktu senggang dan kerumahtanggan.
Dalam
perkembangan selanjutnya, melalui studi-studi dan kajian-kajian, dan memperoleh
balikan dan kecaman atas teorinya dari sejumlah pakar, Super menyempurnakan
teorinya. Di dalam salah satu tulisannya “A life span, life space, approach
to careeer development” ia mempertemukan tahap kehidupan dan teori peranan
ganda berikut faktor-faktor penentu dan interaksinya. Ia memperkenalkan
konsep-konsep rentang kehidupan dan ruang kehidupan, sebagai ancangan untuk
perekembangan karir dan menggambarkannya berupa “Pelangi Karir Kehidupa”.
Dimensi longitudinal gambaran itu menunjukan rentang kehidupan “maxicycle”,
yang mencakup tahap-tahap dari tahap pertumbuhan sampai tahap kemunduran.
Dimensi longitudinal menunjukan ruang kehidupan, susunan posisi yang disusuki
orang dan peranan yang dimainkannya.
Teori
rentang hidup (life span) dari Donald E. Super menitikberatkan pada
proses perkembangan karir, yang berfokus pada pertumbuhan dan arah dari
sejumlah persoalan karir individu sepanjang rentang hidupnya, ada berbagai
macam pendekatan teori dan teori rentang hidup adalah teori yang mencakup
periode waktu yang panjang.
Zunker
2002:27 (Sciara, 2004: 104) menggunakan : “According to Donald Super’s
(1957), work and career are expressions of self concept, which sets a pattern
for career development through the life span. Self concept develops over time,
a product of physical and mental maturation and individuals implement their
self concept into career that will provide the most of self expressions”.
Proses
kematangan karir diawali dengan perkembangan untuk pengambilan keputusan karir
pada masa kanak-kanak. Pada masa kini sejalan dengan perkembangan rasa
keingintahuan dan penggalian untuk memeperoleh informasi dari pengamatan dan
peranan model-model. Hal ini akan mengarah pada perkembangan minat dan konsep
dirinya, yang dihasilkan dari kemampuan untuk merencanakan karirnya.
Perkembngan minat, kecakapan, daya tahan, dan nilai-nilai akan berlangsung pada
masa remaja. Sehubung dengan perkembangan yang mengarah kepada kematangan
karir, maka individu pada masa remaja ini perlu dibekali dengan pengetahuan
tentang pengambilan keputusan dan informasi jabatan.
Pendekatan
teori rentang hidup banyak didasari oleh hasil analisi Donald E. Super.
Beberapa alasan mengapa teori super dijadikan dasar bagi teori rentang hidup
adalah sebagai berikut :
- Teori perkembangan Super adalah
salah satu teori yang menggambarkan sebagian kecil rentang hidup.
- Ada beberapa teori rentang
hidup yang kemudian dikembangkan oleh Super menjadi suatu bentuk yang
valid dalam teori nya disertai instrument yang dapat digunakan dalam
konseling.
- Banyak penelitian yang
dihubungkan dengan konseling dari teori perkembangan Super.
- Beberapa karakter dan faktor
dari teori perkembangan karir banyak memiliki kemiripan.
Super
(Sharf, 1992 : 121-122) mengasumsikan perkembangan karir merupakan peranan
individu dalam dunia yang mereka tempati. Ia juga menjelaskan bahwa peranan
individu mencakup pengaruh dari hasil belajar , layanan kelompok, peluang,
kerja, dan keluarga bagi perkembangan karir sepanjang rentang hidup . tahapan
dan tugas menjadi poin penting dalam teori Super. Ia menggambarkan teorinya
dalam beberapa bagian yang juga mencakup hasil analisi Thorndike, Hull,
Bandura, Freud, Jung, Alder, Runk, Murray, Maslow, Allport Roger dsb. Dari
teori-teori mereka, Super membangun asumsi dasar untuk mengembangkan teorinya.
Asumsi dasar itu meliputi aspek psikologis, komdisi genetik, aspek geografis,
bangsa dan budaya memberikan pengaruh langsung bagi perkembangan karir.
Secara
garis besar aspek itu meliputi karakteristik perkembangan psikologis dan
struktur sosiekonomi dari lingkungan. Karakteristik psikologis mencakup
kebutuhan-kebutuhan perkembangan, nilai-nilai minat intelegensi, bakat dan
keratifitas yang mengarah pada perkembangan kepribadian individu yang kompleks.
Faktor sosio ekonomi menyangkut masyakarakat, sekolah, keluarga, teman sebaya,
kondisi ekonomi dan pasaran tenaga kerja. Pengaruh struktur kerja dan konndisi
tenaga kerja yang ada merupakan kondisi luar dimana individu harus
berinteraksi. Faktor psikologis dan sosial ekonomi memberikan pengaruh pada
perkembangan dirinya. Individu belajar mengenai dirinya sendiri dan
lingkungannya sesuai tahapan perkembangannya, yang akan membentuk sebuah konsep
pada dirinya sendiri.
Perkembangan aspek psikologis dan
sosio ekonomis inilah terbentuk konsep diri (slef concept) individu sebagai
hasil dari upaya mempelajari diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Dengan
kata lain, teori Super mengemukakan teorinya tentang pemilihan karir sebagai
implementasi dari konsep diri. Menurut teori Super (Surya, 1988 : 234)
berkaitan dengan pemilihan karir sebagai berikut :
- Individu itu mempunyai
kualifikasi atau kewenangan untuk banyak bidang pekerjaan.
- Setiap bidang pekerjaan
menuntut pola karakteristik kecakapan dan ciri-ciri pribadi.
- Meskipun konsep diri individu
dan situasi sosial berupa, proses pemilihan terus berlangsung sejalan
dengan pertumbuhan, muali dari tahap eksplorasi, pemantapan, pemeliharan,
dan penurunan.
- Ploa-pola karir (tingkat,
urutan, dan durasi pekerjaan) berkaitan dengan tingkat sosial ekonomi
orang tua, kecakapan, kepribadian, dan kesempatan.
- Perkembangan vokasional (karir)
sebagai implementasi konsep diri merupakan hasil interaksi dari pembawaan,
faktor fisik, kesempatan peran-peran tertentu dan dukungan dari teman
sebayanya dan orang yang memilki kelebihan.
- Keterpaduan antara variabel
individu dan lingkungan antar konsep diri dan tantangan realitas dibuat
melalu kesempatan barmain peranan dan fantasi tantangan, konseling,
sekolah atau pekerjaan.
- Kepuasan tergantung pada
kesempatan memperoleh kepuasan, kebutuhan pribadi dan situasi kerja yang
memberikan kesempatan bermain peranan.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut
lahirlah konsep Super yang berkaitan dengan peran-peran hidup (life roles) dan
tahap-tahap perkembangan (development task) yaitu :
- Peran-peran hidup (life roles)
Konsep yang dikembangkan dalam teori
Super salah satunya konsep tentang peran hidup (life roles). Super
mendeskripsikan pada 6 peran hidup yang utama yaitu anak-anak (child), pelajar
(student), aktivitas diwaktu luang (leisure), warga masyarakat (citizen),
pekerja (worker), dan peran dalam keluarga (homemarker). Peran aktivitas dalam
waktu luang pelajar dan anak-anak merupakan informasi penting bagi nak-anak
sedangkan peran pekerja, warga masyarakat dan rumah tangga (dalam konsep
tanggung jawab masing-masing Peran) sangatlah minim. Baru tahap remaja, peran
warga masyarakat dan pekerja dapat menjadi peran penting dalam batas tertentu.
Pada tahapini, bekerja sering dihubungkan secara tidak langsung untuk
pengetahuan tentang karir. Pada masa dewasa fungsi pengetahuan dalam memilih peran
hidup menjadi unsure penting dalam perkembangan karir, khususnya sejak
menginjak masa remaja akhir.
Keenam peran utama individu yang
disebutkan oleh Super terkenal dengan istilah “Pelangi Karir Kehidupan” (the
life career rainbow). Dimensi longitudinal dari gambar tersebut menunjukan
rentang kehidupan “maxicycle” yang mencakup tahap-tahap perkembangan karir dari
tahap pertumbuhan (growth) sampai dengan kemunduran (deadline).
- Tahap Perkembangan
Tolbert (manrihu, 1986:20)
mengatakan bahwa penggunaan istilah “perkembangan” dalam karir mempunyai makna
khusus karena mengimplikasikan bahwa individu terlibat dalam suatu proses
jangka panjang untuk membuat keputusan-keputusan karir dari banyak pilihan, yang
masing-masing pilihan itu dipengaruhi oleh banyak orang dan faktor, berbagai
kondisi, serta kebutuhan-kebutuhan dan sifat-sifat pribadi individu itu
sendiri. Analog dengan pendapat tersebut, herr dan cremmer (1984:14)
mendefinisikan perkembangan karir sebagai “… the constellation of
psychological, sociological, educational, economic, and changes factors that
combine to shape the career of any given individual”.
Super (Manrihu, 1992 : 20) meringkas
konsep life-stages kedalam 12 prosposisi perkembangan karir sebagai berikut :
- Individu berbeda dalam
kemampuan-kemampuan, minat-minta dan kepribadian-kepribadiannya
- Dengan sifat-sifat yang
berrbeda individu mempunyai kewenangan untuk melakukan sejumlah pekerjaan
- Masin-masing pekerjaan menuntut
pola khas kemampuan, minta dan sifat-sifat kepribadian.
- Preferensi dan kompetensi
vokasional dapat berubah sesuai dengan situasi kehidupan
- Proses perubahan dapat
dirangkum dalam suatu rangkaian tahap kehidupan
- Sifat dan pola karir ditentukan
oleh taraf sosioekonomic, kemampuan mental dan kesempatan yang terbuka dan
karakteristik kepribadian individu.
- Perkembangan karir adalah
fungsi dari kematangan biologis dan realitas dalam perkembangan konsep
diri
- Faktor yang banyak menentukan
dalam perkembangan karir adaah perkembangan dan implementasi konsep karir
- Proses pemilihan karir
merupakan hasil perpaduan antara faktor individu dan faktor sosial serta
antara konsep diri dan kenyataan.
- Keputusan karir tergantung pada
dimana individu menemukan jalan keluar yang memadai bagi kemampuan, minat,
sifat kepribadian dan nilai.
- Taraf kepuasan yang individu
peroleh dari pekerjaan sebanding dengan tingkat dimana mereka telah
sanggup mengimplementasikan konsep dirinya.
- Pekerjan dan okupasi
menyediakan suatu fokus untuk organisasi kepribadian baik pria maupun
wanita.
Konsep
diri di artikan sebagai gambaran seseorang mengenai diri sendiri yang merupakan
gabungan dari keyakinan fisik, psikologi, sosial, emosional aspiratif dan
prestasi yang mereka capai. Konsep diri merupakan salah satu aspek yang cukup
penting bagi individu dalam berperilaku. Ada dua konsep dir, yaitu konsep diri
komponen kognitif (self image)dan konsep diri komponen afektif (self esteem).
Aspek-aspek konsep diri : (1) Pengetahuan yaitu mengenai apa yang individu
ketahui tentang dirinya. Misalnya : seseorang akan menganggap dirinya seakan
dirinya sempurna karena telah dikaruniai fisik yang lengkap, mahasiswi, seorang
wanita usia 20thn.juga berasal dari kelompok sosial. (2) Harapan yaitu
Inidividu memiliki pandangan tentang kemungkinan dirinya menjadi apa di masa
depan. (3) Penilaian yaitu Ada yang bertentangan : “siapakah saya, pengharapan
bagi inidvidu”, “seharusnya saya menjadi apa, standar bagi individu” disebut
harga diri. Pengaruh konsep diri terghadap perilakuu individu : Konsep diri
berperan dalam mempertahankan keselarasan batin, Keseluruhan sikap dan
pandangan individu terhadap diri berpengaruh besar pada pengalamannya. Konsep
diri adalah penentu penggharapan individu. Konsep diri ada 2 : 1) konsep diri
positif : yakin terhadap kemampuan dirinya mendiri dalam mengatasi masalah,
merasa sejajar dengan orang lain, meneriima pujian tanpa rasa malu, mampu
mengembangkan diri. 2)Konsep diri negative : peka diri terhadap kritik,
responsive terhadap pujian, punya sikap hiperkritis, pemsimistis terhadaop
kompetisi. Konsep diri sesungguhnya tidak mutlak dalam kondisi biner positif
dan negative tetapi karena konsep diori berperan pnting dlm penentu
perilaku, maka harus di upayakan agar individu mempunyai banyak ciri2 konsep
diri yang positif.
Donal
d Super merencanakan suatu pandangan tentang perkembangan karirer yang
berlingkup sangat luas, karena perkembangan jabatan ini di pandang sebagi suatu
proses yang mencakup banyak faktor. Fakator tersebut untuk sebagian
terdapat pada individu sendiri dan untuk sebagian terdapat dalam lingkungan
hidupnya, yang semuanyaberinteraksi satu sama lain dan bersama-sama membentuk
proses prkembangan karier sendiri seperti kebutuhan,sifat-sifat kepribadian
serta kemampuan intelektual, dan banyak faktor di luar individu,
seperti trap kehidupan sosial-ekonomi keluarga, variasi tuntutan
lingkungan kebudayan, dan kesempatan/ kelonggran yang muncul. Namaun, titik
beratnya terletak pada faktor-faktor pada individu sendiri. Donald super mnaruh
perhatian pada psokologi diferesial sebagai cabang ilmi psikologi yang
mempelajari perbedaan bermakna antara individu-individu, antara lain dengan
menggunakan alat-alat tes untuk memperoleh data tentang berbagai ciri
kepribadian yang jelas mempunyai kaitan dengan memegang suatu jabatan, seperti
kemampuan intelektual, bakat khusus. Minat, dan sifat-sifat kepribadian
Proses perkembangan karir di bagi
atas lima lima tahap (W. S. Winkel), yaitu :
- fase pengembangan (Growth)
dari saat lahir sampai umur lebih kurang 15 tahun, di mana anak
mengembangkan berbagai potensi, pandangankhas,sikap, minat, dan
kebutuhan-kebutuhan yang di padukan dalam stuktur gambaran diri
(self-concept structure)
- fase eksplorasi (Exploration)
dari umur 15 sampai 24 tahun, di mana orang muda memikirkan berbagai
alternatif jabatan, tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat.
- Fase Pemantapan (Establisbment)
dari umur 25 sampai 44 tahun, yang berceritakan usaha tekun memantapkan
diri melalui seluk-beluk pengalaman selama menjalanikarier tertentu
- Fase pembinaan (Maintenance)
dari umur 45 tahun sampai 64 tahun, di mana orangyang sudah dewasa
menyesuaikan diri dalam penghayatan jabatannya.
- Face Kemunduran (Declien),bila
orang memasuki masa pensiun dan harus menemukan pola hidup baru sesudah
melepaskan jabatanya.
Kelima
tahap ini dipandang sebagian acuan bagi
munculnya sikap-siakp dan perilaku yang menyangkut keterlibatan dalam suatu
jabatan, yang tampak dalam tugas-tugas perkembangan karier (vocational
developmental tasks).
Pada
masa-masa tertentu dalam hidupnya individu di hadapkan pada tugas-tugas
perkembangan karier tertentu, yaitu perencanaan garis besar masa depan
(Crystallization) antara 14-18 tahun, yang terutama bersifat kognitif dengan
meninjau diri sendiri dan situasi hidupnya. Penentuan (Specification),
antara umur 18-24 tahun, yang bercirikan mengarahkan diri kebidang jabatan
tertentu dan mulai memegang jabatan itu.pemantapan
(Establishment),antara 24-35 athun, ayng berciriakan membuktikan diri mamapu
memangku jabatan yang terpilih. Pengakaran (Consolidation) sesudah umur
35 tahun sampai masa pensiun, yang bercirikan mencapai status tertentu dan
memperoleh senioritas.
Super (Osipow, 1983 : 157), Manrihu
(1986 : 27-29) membagi tahap perkembangan karir menjadi lima tahapan :
- Tahap perkembangan (growth)
dari lahir sampai usia ±15 tahun, yakin anak mengembangkan berbagai
potensi, sikap-sikap,minat, dan kebutuhan-kebutuhannya yang dipadukan
dalam struktur konsep diri (self concept structure). Konsep diri tersebut
berkembang melalui proses identifikasi terhadap sosok kunci (key
figures) di lingkungan keluarga dan sekolah. Tahap pertumbuhan terdiri
dari tiga subtahap,yaitu :
- Fantasi (4-10 tahun) yang
ditandai dengan dominan aspek kebutuhan akan rasa keingintahuan
(curiousity).
- Minat (11-12 tahun) yang ditandai
dengan tumbuhnya rasa senang sebagai determinan utama dari aspirasi dan
aktivitas.
- Kapasitas (13-14) yang ditandai
dengan pertimbangan bertambahnya bobot kemampuan,persyaratan,dan latihan
karir.
- Tahap eksplorasi (eksploration)
dari 15 sampai 24 tahun, yakni ketika individu memikirkan berbagai
alternatif karir, terapi belum mengambil keputusan yang mengikat. Pada
tahap ini individu mulai melakukan penelaahan diri (self examination),
mencoba berbagai peranan,serat melakukan penjelajahan pekerjaan atau jabatan
baik di sekolah,pada waktu senggang,ataupun melalui sistem megang. Tahap
ini meliputi tiga subtahap sebgai berikut :
- Tentatif (15-17) yang ditandai
dengan mulai dipertimbangankanya aspek-aspek kebutuhan,minat,kapasitas,
nilai-nilai dan kesempatan secara menyuluruh. Pilihan pada masa tentatif
ini mulai diusahakan untuk keluar dari fantasi,baik melalui
diskusi,bekerja,maupun aktivitas lainnya.
- Transisi (18-21) yang ditandai
dengan menonjolnya pertimbangan yang lebih realistis untuk memasuki
dunia kerja atau latihanprofesional serta berusaha mengimplementasikan
konsep diri.
- Mencoba (trial) dengan sedikit
komitmen (22-24 tahun) ditandai dengan mulai ditemukannya lahan atau
lapangan pekerjaan yang sangat potensial.
- Tahap pemantapan/pendirian
(establishment) dari usia 25 sampai 24 tahun yang berbicarakan usaha-usaha
memantapan diri melalui pengalaman-pengalaman selama menjalani karir
tertentu. Pada tahap ini individu sudah kedudukannya secarapermanen dalam
suatu bidang. Pada awalnya mungkin sedikit mencoba-coba
(establishment) biasanya di mulai tanpa adanya istilah coba-coba terutama
pada suatu profesi. Tahap pemantapan terdiri atas dua subtahap berikut.
- Mencoba dengan komitmen yang
bersifat stabil (25-30) yang ditandai dengan berbagai dugaan tentang
kurang memuaskannya lapangan pekerjaan tertentu. Pada tahap ini
kemungkinan perubahan terjadi satu atau dua Pekerjaan dan bisanya diakhiri
dengan di temukannya satu budang pekerjaan yang mantap.
- Lanjut (advancement) (31-41)
yang ditandai dengan semakin jelasnya pola karir serta
usaha-usaha yang mengarahkan pada pemantapan dan dan
pengamanan posisi dalam bidang tersebut. Bagi kebanyakan orang tahap
ini merupakan tahap-tahap kreatif. Bagi kebanyakan orang, tahap ini merupakan
tahap-tahap kreatif.
- Tahun,yakin orang yang sudah
dewasa menyesesuaikan diri,menikmati dan memaknai karir yang sedang
dijalaninya.
- Tahap kemuduran (decline) dari
usia 65 tahun ke atas yakni ketika individu memasuki masa pensiun dan
harus menemukan pola hidup baru sesudah melepaskan jabatannya .
peranan baru segara dikembangkan terutama memilih penerus. Tahap
kemunduran terdiri atas subtahap berikut.
- Perlambatan (65-70) yang
ditandai dengan kelelahan sebagai pekerja. Langkah kerja yang berkurang,
pelaksanaan tugas kerja yang tidak penuh, serta mulai berkurangnya
kapasitas kerja. Hampir kebanyakan individu menemukan pekerjaan
paruh waktu untuk menggantikan pekerjaannya utamanya.
- Pengunduran diri (retirement)
(71 tahun ke atas) yang ditandai dengan menyerahkan atau mewariskan
“kekuasaan” kepada generasi penerus. Secara umum yang terjadi pada masa
ini berakhir dengan beberapa kemungkinan-kemungkinan beberapa orang
mampu menerimnya dengan hidup menyenangkan; beberapa yang lainnya berakhir
dengankekecewaan dan kesulitan, kemudian sisanya berakhir dengan kematian.
Kelima
tahap ini dipandang sebagai acuan bagi munculnya sikap-sikap dan perilaku yang
menyangkut keterlibatan dalam suatu jabatan, yang tampak dalam tugas-tugas
perkembangan karir.
Dalam
teori ini rentang hidup dari Super terdapat suatu konsep yang di sebut dengan
kematangan karir (career maturity). Kematangan karir (career maturity)
merupakan tema sentral dalam teori perkembangan karir semasa hidup (life
span career development) yang dicetuskanoleh Super. Kematangan karir (career
maturity) di definisikan sebagai kesesuaian antara perilaku karir individu
dengan perilaku karir yang diharapkan pada usia tertentu di setiap tahap.
Criter
(Herr dan Cremer, 1979 : 174) berpendapat bahwa “..the maturity of an
individual’s vocational behavior as indicanted by the similary between his
behavior and the of the oldes individual’s in his vocational stages”.
Definisi ini lebih menekankan pada kematangan karir sebagai tahapan hidup (life
stages). Sementara itu, Super (Sharf, 1992:155) menyatakan bahwa kematangan
karir didefinisikan sebagai “…the rediness to make appropriate career
decisius”… readiness to make good choices atau kesiapan individu untuk
membuat pilihan karir yang tepat. Definisi kedua ini lebih menekankan
padakesiapan untuk membuat pilihan dan keputusan karir secara tepat.
Berdasarkan pada uraian tersebut,
dapat dimaknai bahwa kematangan karir remaja dapat di ukur darimiliknya
indicator-indicator kematangan karir sebgai berikut :
- Pertama, aspek perencanaan
karir (career Planning). Aspek ini meliputi indicator-indicator
berikut :
- Mempelajari informasi kareer.
- Membicarakan karir dengan orang
dewasa.
- Mengikuti pendidikan tambahan
(kursus) unutkmenambah pengetahuan tentang keputusan karir.
- Berpartisipasi dalam kegiatan
kegiatan ekstrakulikurer.
- Mengikutipelatihan-pelatihan
berkaitan dengan pekerjaan yang diinginkan.
- Mengetahui kondisi pekerjaan
yang di inginkan.
- Mengetahui persyaratan
pendidikan untuk pekerjaan yang di inginkan.
- Dapat merencanakan apa yang
harus dilakukan setelah tamat sekolah.
- Mengetahui cara dan kesempatan
memasuki dunia kerja yang di inginkan
- Mampu mengatur waktu luang
secra efektif.
- Kedua, aspek eksplorasi karir (career
exporation). Eksplorasi karir di definisikan sebagi keinginanindividu
unutkmengeksplorasi atau melakukan pencarian informasi terhadap
sumber-sumber informasi karir. Aspek ini mulai mencakup
indicator-indicator sebagi berikut :
- Berusaha mencari dan menggali
informasi karir dari berbagai sumber (guru BK, orang tua, orang sukses,
dan sebagainya).
- Memiliki pengetahuan tentang
potensi diri, di antaranya bakat, minat, intelegensi,kepribadian,
nilai-nilai, potensi, dan prestasi.
- Memiliki cukup banyak informasi
karir.
- Ketiga, pengetahuan tentang
membuat keputusan kair (decision making) aspek ini terdiri dari
berbagai indicator-indicator berikut :
- Mengetahui cara-cara membuat
keputusan karir.
- Mengetahui langkah-langkah
dalam membuat keputusan karir, terutama penyusunan perencanaan karir.
- Mempelajari penyusunan karir.
- Menggunakan pengetahuan dan
pemikiran dalammembuat keputusan karir.
- Keempat, pengetahuan
(informasi) tentang dunia kerja (world of world information)
menurut Super (saraf, 1993: 158) konsepini memiliki 2 komponen dasar
itu.pertama berhubungan dengan tugas perkembangan ketika individu
mengetahui minat dan kemampuan dirinya, mengetahui orang lain, mempelajari
hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaanya,dan mengetahui alasan orang
lainberganti pekerjaan. Keduakonsep yang berkaitan dengan pengetahuan
dengan tugas-tugas vocational dan perilaku dalam bekerja.
- Kelima, aspek pengetahuan
tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai (knowledge of preferred
occupational group). Aspek ini terdiri dari indicator-indicator
berikut :
- Memahami tugas dari pekerjaan
yang di inginkan.
- Mengetahui sarana yang di
butuhkan dari pekerjaan yang di inginkan.
- Mengetahui persyaratan fisik
dan psikologis dari pekerjaan yang di inginkan.
- Mengetahui minat-minat dan
alasan-alasan yang tepat dalam memilih pekerjaan.
- Keenam, aspek realism keputusan
karir (realism). Realism keputusan karir adalah perbandingan antara
perbandingan antara kemampuan individu dengan pilihan pekerjaan secara
realistis (Super dalam Sharf, 1992 : 159). Aspek ini terdiri dari
indicator-indicator berikut :
- Memiliki pemahaman yang baik
tentang kekuatan dan kelemahan diri berhubungan dengan pilihan karir yang
diinginkan.
- Mampu melihat faktor-faktor
yang akan mendukung atau menghambat karir yang di inginkan.
- Mampu melihat kesempatan yang
ada berkaitan dengan pilihan karir yang diinginkan.
- Mampumemilih slah satu
alternative pekerjaan dari berbagai pekerjaan yang beragam.
- Dapat mengembangakan kabiasaan
belajar dan bekerja secara efektif.
- Ketujuh, orientasi karir (career
orientation). Orientasi karir di definisikan sebagai total dari :
- Sikap terhadap karir.
- Keterampilan membuatkeputusan
karir.
- Informasi dunia kerja
(Superdalam Sharf, 1992 :159).
Sikap
dari Karir terdiri dari perencanaan dan eksplorasi karir. Keterampilan membuat
keputusan karir tediri dari kemampuan menggunakan pengetahuan dan pemikiran
dalam membuat keputusan karir. Informasi kerja terdiri atas memiliki informasi
tentang pekerjaan tertentu dan memiliki informasi tentang orang lain dalam
dunia kerjanya.
4.
EVALUASI KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TEORI DONAL E.
SUPER
Teori donal E. Super adalah representasi, baik
memerintahkan sangat sistematis dari proses pematangan kejuruan. Ini memiliki
keutamaan bangunan pada aspek-aspek dari aliran utama dari psikologi
perkembangan dari teori kepribadian dan menunjukkan bagaimana dua aliran dapat
bersatu untuk menjelaskan prilaku dalam satu bidang utama dari aktivitas
manusia. Versi asli dari teori itu terlalu umum untuk menjadi nilai praktis
yang banyak, dan bahkan nilai konseptual yang dibatasi oleh gaya menyapu nya.
Kemudian versi, bagaimapun, adalah jauh lebih rinci, sebagai Super dan
rekan-rekannya telah berusaha untuk menunjukkan parameter teori dalam hal yang
lebih spesifik..
Beberapa alasan mengapa teori super
dijadikan dasar bagi teori rentang hidup adalah sebagai berikut :
1. Teori perkembangan Super adalah
salah satu teori yang menggambarkan sebagian kecil rentangan hidup.
2. Ada beberapa teori rentang hidup
yang kemudian dikembangkan oleh Super menjadi suatu bentuk yang valid dalam
teorinya disertai instrument yang dapat digunakan dalam konseling.
3. Banyak penelitian yang dihubungkan
dengan konseling dari teori perkembangan Super.
4.
Beberapa
karakter dan factor dari teori perkembangan karir banyak memiliki kemiripan.
5.
PERANAN INFORMASI DAN SELEKSI KARIR
Peranan
informasi dan seleksi karir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari teori
Super, khususnya di masa remaja awal, remaja akhir, hingga perkembangan karir
dewasa awal, informasi dan seleksi karir menjadi fokus dari kegiatan konseling.
Perolehan informasi karir sangat berperan bagi kematangan karir seseorang,
khususnya menjadi sebuah konsep yang paling penting di masa remaja. Teori Super
memiliki konstruksi yang valid sehingga dapat di gunakan sebagai instrument
yang membantu pekerjaan konselor.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Donald
E. Super, Profesor Psikologi dan Pendidikan di Teachers College, Columbia
University, adalah coordinator internasional pekerjaan pentingnya studi di
departemen psikologi di University of Florida. Hingga pension, ia juga aktif
berafiliasi dengan University of Georgia dan Amstrong State College ( di
Savannah ) dan menjabat sebagai konsultan untuk berbagai instansi pemerintah,
perusahaan, dan institusi pendidikan. Teori yang digunakan oleh Donald super
adalah teori perkembangan karir yang ditanamkan pada anak usia dini sampai usia
lanjut. Donald E. Super menerapkan teori tersebut melalui proses pendekatan
perkembangan yang terkenal dengan sebutan “ Rainbow Theory”
Pendekatan perkembangan super adalah
didasarkan pada lima tahap kehidupan, dan ini dijelaskan dibawah ini :
- Pertumbuhan ( lahir 14) fantasy
(4-10) : kebutuhan yang dominan. Bunga (11-12). Kapasitas (13-14) :
kemampuan dianggap serta persyaratan kerja.
- Eksplorasi (15-24) tentative
(15-17) : pilihan tentative dibuat dan berusaha dalam fantasi, diskusi dan
bekerja. Transisi (18-21) : faktor realitas diberikan perhatian lebih
sebgai individu masuk kerja, pelatihan atau pendidikan lebih lanjut.
Percobaan (21-24) : pilihan yang tampak cocok dicoba.
- Pendirian (24-44) percobaan
(24-30) : pekerjaan (atau pekerjaan) kemungkinan akan diuji untuk
kesesuain. Stabilisasi (31-44) : mucnul dan upaya individu untuk
mengamankan posisinya dalam pekerjaan.
- Pemeliharaan (44-64) posisi
pekerjaan dikonsolidasikan
- Penurunan (65+) pension atau
pengurangan peran dalam pekerjaan.
DAFTAR
PUSTAKA
Suherman, Uman. Konseling Karir
Sepanjang Rentang Kehidupan. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Santrock, Jhon W. (2002). Life
Span Development (Perkembangan Masa Hidup) Jilid 2, Edisi kelima. Jakarta :
Erlangga.
Winkel, W.S & Hastuti M.M. Sri. Bimbingan
dan Konseling. Institusi Pendidikan
Ghufron, M. Nur. & S. Risnawita
Rini. (2010). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media-Group.
Munandar. (1996). Program
Bimbingan Karir di Sekolah. Jakarta : Jalan Pintu Satu Senayan