Sabtu, 12 Desember 2015

deplop mental

TUGAS MATA KULIAH BIMBINGAN KARIER 2
DOSEN PENGAMPU: IBU IMANIYATUL FITRIYAH Sp.d
T
E
M
A
Development Theory


Oleh : Moh.dhofir
   Agus wedi
   Sulastri
   Indah ilaning tias

STAI AL-KHAIRAT
2015-2016


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-teman sekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moril maupun materil, sehingga makalah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian, yang kadangkala hanya menturuti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah kami dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini  sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada.





DAFTAR ISI
SAMPUL…………………………………………………………………………..              1
KATA PENGANTAR…………………………………………………………….              2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………              3
BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang……………………………………………………………                4
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………..                 4
  3. Tujuan……………………………………………………………………                 4
BAB II PEMBAHASAN TEORI
1.      Pencetus Teori……………………………………………………………                 5
  1. Latar Belakang Munculnya Teori……………………………………….                  5
  2. Inti Teori…………………………………………………………………                 5
  3. Evaluasi Keunggulan dan Kelemahan…………………………………..                  13
  4. Peranan Informasi Dan Seleksi Karir……………………………………                  13
BAB III PENUTUP   
 Kesimpulan……………………………………………………………………..                  14
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………                15







BAB I
PEDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Donald Super mencanangkan suatu pandangan tentang perkembangan karir yang berlingkup sangat luas, karena perkembangan jabatan itu dipandang sebagai suatu proses yang mencakup banyak faktor. Faktor tersebut untuk sebagian terdapat pada individu sendiri dan untuk sebagian terdapat dalam lingkungan hidupnya yang semuanya berinteraksi satu sama lain dan bersama-sama membentuk proses perkembangan karier seseorang. Pilihan jabatan merupakan suatu perpaduan dari aneka faktor pada individu sendiri seperti kebutuhan, sifat-sifat kepribadian, serta kemampuan intelektual, dan banyak faktor di luar individu, seperti taraf kehidupan sosial-ekonomi keluarga, variasi tuntutan lingkungan kebudayaan, dan kesempatan/kelonggaran yang muncul. Titik berat dari hal-hal tersebut diatas terletak pada faktor-faktor pada individu sendiri.
Donal Super menaruh perhatian pada psikologi diferensial sebagai cabang ilmu psikologi yang mempelajari perbedaan bermakna bermakna antara individu-individu, antara lain denga menggunakan alat-alat tes untuk memperoleh data tentang berbagai ciri kepribadian yang jelas mempunyai kaitan dengan memegang suatu jabatan, seperti kemampuan intelektual, bakat khusus, minat, dan sifat-sifat kepribadian. Donald Super mengakui sumbangan positif dari teori Trait and Factor, yang untuk sebagian bergerak dalam psikologi inferensial (differential psychology).
2.      Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas, maka dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah yang diambil yaitu :
  1. Siapa Pencetus Super Development Theory?
  2. Apa Latar Belakang Munculnya Teori Super?
  3. Apa Inti dari Teori Super?
  4. Apa Peranan Informasi Dan Seleksi Karir?

3.      Tujuan
Dari rumusan masalah diatas, maka tujuannya yaitu :
  1. Mengtahui Pencetus Super  Development Theory
  2. Memahami Latar Belakang munculnya Teori Super
  3. Mengetahui Inti dari Teori Super
  4. Memahami Evaluasi Keunggulan dan Kelemahan
  5. Mengetahui Peranan Informasi Dan Seleksi Karir






BAB II
PEMABAHASAN

  1. PENCETUS TEORI
Donald Edwin Super, Profesor Emeritus Psikologi dan Pendidikan di Teachers College, Columbia University, adalah koordinasi internasional Pekerjaan Pentingnya Studi di departemen psikologi di University of Florida. Hingga pensiun, ia juga aktif berafiliasi dengan University of Georgia dan Armstrong State College (di Savannah) dan menjabat sebagai konsultan untuk berbagai instansi pemerintahan, perusahaan, dan institusi pendidikan.
Profesor Super telah menjadi sebagai editor konsultasi untuk beberapa Amerika, Inggris, dan jurnal psikologi internasional dan penulis atau salah seorang pengarang buku seperti Penilaian Kejuruan Fitness, The Psychology of Karir, Konseling Computer-Assisted, Kejuruan Mengukur Kedewasaan, dan Pengembangan Karir di Inggris. Dia telah menulis atau coauthoried beberapa tes psikologi banyak digunakan untuk konseling kejuruan dan seleksi personil. Dia adalah naggota kehormatan dari Institut Nasional untuk Karir Pendidikan dan Konseling di Cambridge, dan direktur untuk tiga tahun sementara rekan di Wolfson College, Cambridge University.
Dia adalah mantan presiden organisasi internasional dan Amerika di bidang psikologi dan pendidikan, termasuk Divisi Psikologi Konseling dari Amerika Pshicholical Association. Pada tahun 1983 ia menerima Penghargaan Asosiasi Psikolog Amerika untuk Kontribusi Distinguished Scientific untuk Aplikasi Psikologi. Ia juga penerima gelar Doctor of Science dari University Oxford.
2.      LATAR BELAKANG MUNCULNYA TEORI
Pada tahun 1951 Donald E. Super melancarkan the Career Pattern Study,  yang segera menjadi salah satu dari studi-studi jangka panjang bidang pertama yang diabaikan kepada penelitian progmatik dalam bidang perilaku karir. Berbeda dengan para psikolog karir lainnya, Super telah menolong membebaskan bimbingan dan konseling karir dari konsep pengambilan keputusan yang statistik dan memperhatikan kontribusi-kontirbusi potensial dari sosiologi ekonomi terhadap bidang ini, dan mmenempatkan studi perilaku karir dalam konteks perkembangan manusia. Pandangan-pandangannya mula-mula dikemukakan dalam serangkaian artikel dalam jurnal yang berpengaruh sejak permulaan tahun 1950-an dan kemudian dilakukan sintetis dan diperluas sehingga menjadi suatu buku, The Psychology of Careers (1957). Tahun 1973 dalam mengikuti konsep kematangan vokasional Super, selama bertahun-tahun (1961-1971) Crites mengembangkan pengukuran sikap-sikap dan kompetensi-kompetensi pilihan karir yang diterbitkan dengan Career Maturity Inventory (CMI) pada tahun 1973 dan direvisi tahun 1978. Insturmen ini disusun berdasarkan pada perbedaan isi dan proses pilihan karir yang sebelumnya tidak disebutkan.
Dari penyajian diatas tampak adanya beberapa kecendrungan pokok dalam sejarah bimbingan dan karir. Bilamana bimbingan dan konseling karir dipandang sebagai suatu kondisi perlakuan, maka waktunya terbatas. Dalam pengertian ini bimbingan dan konseling karir akan dipandang sebagai jawaban terhadap masalah-masalah vokasional atau terhadap kesulitan0kesulitan dalam pilihan pekerjaan dengan menerapkan pengetahuan tertentu untuk memecahkannya.
3.      INTI TEORI
Teori konsep diri tentang karir (the career self-concept theory) adalah pandangan Donald Super bahwa konsep diri individu memainkan peran pokok dalam pemilihan karir, Super percaya banyak perubahan perkembangan dalam konsep diri tentang pekerjaan terjadi waktu remaja dan dewasa muda, (super 1967, 1976).
Pertama, pada usia 14 sampai  18 tahun, remaja mengembangkan gagasan tentang bekerja yang berhubungan dengan konsep diri global yang sudah mereka miliki. Fase ini disebut kristalisasi ( crystallization ). antara usia 18 dan 22 tahun mereka mempersempit pemilihan karir dan memulai prilaku yang memungkinkan mereka memasuki beberapa tipe karir. Fase ini disebut mentasi ( implementation ), keputusan untuk memilih dan cocok dengan karir tertentu dibuat antara  usia 25 dan 35 tahun, disebut stabilisasi ( stabilization ), akhirnya setelah usia 35 tahun, individu berusaha memajukan dan mencapai posisi yang statusnya lebih tinggi, fase ini disebut konsolidasi ( consolidation )
Rentang usia hendaknya dianggap lebih sebagai suatu perkiraan dan bukan suatu yang kaku. Super percaya bahwa eksplorasi karir pada masa remaja adalah unsure kunci dari konsep diri tentang karir pada remaja. Ia membangun Career Development isventory untuk membantu konselor dalam meningkatkan eksplorasi karir pada remaja.
Teori Super dinyatakan dalam bentuk proporsi. Pada mulanya yaitu pada 1953, Super mengenali sepuluh proporsi, kemudian 1957 bersama Barchrach, itu dikembangkan menjadi dua belas. Proporsi-proporsi itu adalah (Super 1984) :
  1. Orang itu berbeda-beda kemampuan, minat, dan kepribadiannya.
  2. Karena sifat-sifat tersebut, orang itu mempunyai kewenangan untuk melakukan sejumlah pekerjaan.
  3. Setiap pekerjaan menghendaki pola kemampuan, minat dan sifat kepribadian yang cukup luas, sehingga bagi setiap orang tersedia beragam pekerjaan dan setiap pekerjaan terbuka bagi bermacam-macam orang
  4. Preferensi dan kemampuan vokasional, konsep diri orang itu berubah-ubah. Pilihan dan penyesuaian merupakan proses berkelanjutan.
  5. Orang mengalami proses perubahan melalui tahap-tahap pertumbuhan (growth), eksplorasi, kemapanan (establishment), pemeliharaan (maintance), dan kemunduran (decline),. Tahap eksplorasi selanjutnya terbagi atas fase-fase fantasi tentative, dan realistic, sedangkan tahap kemampuan terbagi atas fase-fase uji coba (trial) dan keadaan mantap (stable). Tahap-tahap kehidupan tersebut disebut “ daur besar” (maxycycle). Orang mengalami juga daur yang lebih kecil ketika dalam peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya, yaaitu waktu terjadi ketidakmapanan karir. Keadaan ini menimbulkan pertumbuhan baru, eksplorasi baru, dan pelembagaan baru.
  6. Pola karir orang ditentukan oleh taraf sosioekonomi orang tua, kemampuan mental, cirri kepribadian, dan oleh tersedianya kesempatan.yang dimaksud pola karir ialah tingkatan pekerjaan yang dicapai dan bagaimana sekuensi (runtutan), frekuensi (keseringan), dan durasi (lama kelangsungan) pekerjaan-pekerjaan yang masih bersifat uji coba dan yang sudah mantap.
  7. Perkembangan orang dalam melewati tahap-tahap dapat dipandu dengan bantuan untuk pematangan kemampuan dan minat dan dengan bantuan untul melakukan uji realitas (reality testing) serta untuk mengembangkan konsep diri.
  8. Perkembangan karir adalah proses mensintesis dan membuat kompromi dan pada dasarnya ini adalah soal konsep diri. Konsep diri merupakan hasil interaksi kemampuan bawaan, keadaan fisik, kesempatan berperan, dan evaluasi apakah peranan yang dimainkan itu memperoleh persetujuan orang yang lebih tua atau atasan dan teman-teman.
  9. Proses mensintesis atau kompromi antara faktor-faktor individu dan sosial, antara konsep diri dan realitas, adalah proses permainan peranan dalam berbagai latar dan keadaan (Pribadi, kelompok, pergaulan, hubungan kerja)
  10. Penyaluran kemampuan, minat, sifat kepribadian, dan nilai menetukan diperolehnya kepuasan kerja dan kepuasan hidup. Kepuasan juga bergantung pada kemapanan dalam pekerjaan, situasi pekerjaan, dan cara hidup yang memungkinkan orang memainkan peranan yang dinilai cocok dan patut
  11. Kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu selars dengan penerapan konsep diri.
  12. Bekerja dan pekerjaan merupakan titik pusat organisasi kepribadian bagi kebanyaka orang, sedangkan bagi segolongan orang lagi yang menjadi titik pusat adalah hal lain, misalnya pengisian waktu senggang dan kerumahtanggan.
Dalam perkembangan selanjutnya, melalui studi-studi dan kajian-kajian, dan memperoleh balikan dan kecaman atas teorinya dari sejumlah pakar, Super menyempurnakan teorinya. Di dalam salah satu tulisannya “A life span, life space, approach to careeer development” ia mempertemukan tahap kehidupan dan teori peranan ganda berikut faktor-faktor penentu dan interaksinya. Ia memperkenalkan konsep-konsep rentang kehidupan dan ruang kehidupan, sebagai ancangan untuk perekembangan karir dan menggambarkannya berupa “Pelangi Karir Kehidupa”. Dimensi longitudinal gambaran itu menunjukan rentang kehidupan “maxicycle”, yang mencakup tahap-tahap dari tahap pertumbuhan sampai tahap kemunduran. Dimensi longitudinal menunjukan ruang kehidupan, susunan posisi yang disusuki orang dan peranan yang dimainkannya.
Teori rentang hidup (life span) dari Donald E. Super menitikberatkan pada proses perkembangan karir, yang berfokus pada pertumbuhan dan arah dari sejumlah persoalan karir individu sepanjang rentang hidupnya, ada berbagai macam pendekatan teori dan teori rentang hidup adalah teori yang mencakup periode waktu yang panjang.
Zunker 2002:27 (Sciara, 2004: 104) menggunakan : “According to Donald Super’s (1957), work and career are expressions of self concept, which sets a pattern for career development through the life span. Self concept develops over time, a product of physical and mental maturation and individuals implement their self concept into career that will provide the most of self expressions”.
Proses kematangan karir diawali dengan perkembangan untuk pengambilan keputusan karir pada masa kanak-kanak. Pada masa kini sejalan dengan perkembangan rasa keingintahuan dan penggalian untuk memeperoleh informasi dari pengamatan dan peranan model-model. Hal ini akan mengarah pada perkembangan minat dan konsep dirinya, yang dihasilkan dari kemampuan untuk merencanakan karirnya. Perkembngan minat, kecakapan, daya tahan, dan nilai-nilai akan berlangsung pada masa remaja. Sehubung dengan perkembangan yang mengarah kepada kematangan karir, maka individu pada masa remaja ini perlu dibekali dengan pengetahuan tentang pengambilan keputusan dan informasi jabatan.
Pendekatan teori rentang hidup banyak didasari oleh hasil analisi Donald E. Super. Beberapa alasan mengapa teori super dijadikan dasar bagi teori rentang hidup adalah sebagai berikut :
  1. Teori perkembangan Super adalah salah satu teori yang menggambarkan sebagian kecil rentang hidup.
  2. Ada beberapa teori rentang hidup yang kemudian dikembangkan oleh Super menjadi suatu bentuk yang valid dalam teori nya disertai instrument yang dapat digunakan dalam konseling.
  3. Banyak penelitian yang dihubungkan dengan konseling dari teori perkembangan Super.
  4. Beberapa karakter dan faktor dari teori perkembangan karir banyak memiliki kemiripan.
Super (Sharf, 1992 : 121-122) mengasumsikan perkembangan karir merupakan peranan individu dalam dunia yang mereka tempati. Ia juga menjelaskan bahwa peranan individu mencakup pengaruh dari hasil belajar , layanan kelompok, peluang, kerja, dan keluarga bagi perkembangan karir sepanjang rentang hidup . tahapan dan tugas menjadi poin penting dalam teori Super. Ia menggambarkan teorinya dalam beberapa bagian yang juga mencakup hasil analisi Thorndike, Hull, Bandura, Freud, Jung, Alder, Runk, Murray, Maslow, Allport Roger dsb. Dari teori-teori mereka, Super membangun asumsi dasar untuk mengembangkan teorinya. Asumsi dasar itu meliputi aspek psikologis, komdisi genetik, aspek geografis, bangsa dan budaya memberikan pengaruh langsung bagi perkembangan karir.
Secara garis besar aspek itu meliputi karakteristik perkembangan psikologis dan struktur sosiekonomi dari lingkungan. Karakteristik psikologis mencakup kebutuhan-kebutuhan perkembangan, nilai-nilai minat intelegensi, bakat dan keratifitas yang mengarah pada perkembangan kepribadian individu yang kompleks. Faktor sosio ekonomi menyangkut masyakarakat, sekolah, keluarga, teman sebaya, kondisi ekonomi dan pasaran tenaga kerja. Pengaruh struktur kerja dan konndisi tenaga kerja yang ada merupakan kondisi luar dimana individu harus berinteraksi. Faktor psikologis dan sosial ekonomi memberikan pengaruh pada perkembangan dirinya. Individu belajar mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya sesuai tahapan perkembangannya, yang akan membentuk sebuah konsep pada dirinya sendiri.
Perkembangan aspek psikologis dan sosio ekonomis inilah terbentuk konsep diri (slef concept) individu sebagai hasil dari upaya mempelajari diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, teori Super mengemukakan teorinya tentang pemilihan karir sebagai implementasi dari konsep diri. Menurut teori Super (Surya, 1988 : 234) berkaitan dengan pemilihan karir sebagai berikut :
  1. Individu itu mempunyai kualifikasi atau kewenangan untuk banyak bidang pekerjaan.
  2. Setiap bidang pekerjaan menuntut pola karakteristik kecakapan dan ciri-ciri pribadi.
  3. Meskipun konsep diri individu dan situasi sosial berupa, proses pemilihan terus berlangsung sejalan dengan pertumbuhan, muali dari tahap eksplorasi, pemantapan, pemeliharan, dan penurunan.
  4. Ploa-pola karir (tingkat, urutan, dan durasi pekerjaan) berkaitan dengan tingkat sosial ekonomi orang tua, kecakapan, kepribadian, dan kesempatan.
  5. Perkembangan vokasional (karir) sebagai implementasi konsep diri merupakan hasil interaksi dari pembawaan, faktor fisik, kesempatan peran-peran tertentu dan dukungan dari teman sebayanya dan orang yang memilki kelebihan.
  6. Keterpaduan antara variabel individu dan lingkungan antar konsep diri dan tantangan realitas dibuat melalu kesempatan barmain peranan dan fantasi tantangan, konseling, sekolah atau pekerjaan.
  7. Kepuasan tergantung pada kesempatan memperoleh kepuasan, kebutuhan pribadi dan situasi kerja yang memberikan kesempatan bermain peranan.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut lahirlah konsep Super yang berkaitan dengan peran-peran hidup (life roles) dan tahap-tahap perkembangan (development task) yaitu :
  1. Peran-peran hidup (life roles)
Konsep yang dikembangkan dalam teori Super salah satunya konsep tentang peran hidup (life roles). Super mendeskripsikan pada 6 peran hidup yang utama yaitu anak-anak (child), pelajar (student), aktivitas diwaktu luang (leisure), warga masyarakat (citizen), pekerja (worker), dan peran dalam keluarga (homemarker). Peran aktivitas dalam waktu luang pelajar dan anak-anak merupakan informasi penting bagi nak-anak sedangkan peran pekerja, warga masyarakat dan rumah tangga (dalam konsep tanggung jawab masing-masing Peran) sangatlah minim. Baru tahap remaja, peran warga masyarakat dan pekerja dapat menjadi peran penting dalam batas tertentu. Pada tahapini, bekerja sering dihubungkan secara tidak langsung untuk pengetahuan tentang karir. Pada masa dewasa fungsi pengetahuan dalam memilih peran hidup menjadi unsure penting dalam perkembangan karir, khususnya sejak menginjak masa remaja akhir.
Keenam peran utama individu yang disebutkan oleh Super terkenal dengan istilah “Pelangi Karir Kehidupan” (the life career rainbow). Dimensi longitudinal dari gambar tersebut menunjukan rentang kehidupan “maxicycle” yang mencakup tahap-tahap perkembangan karir dari tahap pertumbuhan (growth) sampai dengan kemunduran (deadline).
  1. Tahap Perkembangan
Tolbert (manrihu, 1986:20) mengatakan bahwa penggunaan istilah “perkembangan” dalam karir mempunyai makna khusus karena mengimplikasikan bahwa individu terlibat dalam suatu proses jangka panjang untuk membuat keputusan-keputusan karir dari banyak pilihan, yang masing-masing pilihan itu dipengaruhi oleh banyak orang dan faktor, berbagai kondisi, serta kebutuhan-kebutuhan dan sifat-sifat pribadi individu itu sendiri. Analog dengan pendapat tersebut, herr dan cremmer (1984:14) mendefinisikan perkembangan karir sebagai “… the constellation of psychological, sociological, educational, economic, and changes factors that combine to shape the career of any given individual”.
Super (Manrihu, 1992 : 20) meringkas konsep life-stages kedalam 12 prosposisi perkembangan karir sebagai berikut :
  • Individu berbeda dalam kemampuan-kemampuan, minat-minta dan kepribadian-kepribadiannya
  • Dengan sifat-sifat yang berrbeda individu mempunyai kewenangan untuk melakukan sejumlah pekerjaan
  • Masin-masing pekerjaan menuntut pola khas kemampuan, minta dan sifat-sifat kepribadian.
  • Preferensi dan kompetensi vokasional dapat berubah sesuai dengan situasi kehidupan
  • Proses perubahan dapat dirangkum dalam suatu rangkaian tahap kehidupan
  • Sifat dan pola karir ditentukan oleh taraf sosioekonomic, kemampuan mental dan kesempatan yang terbuka dan karakteristik kepribadian individu.
  • Perkembangan karir adalah fungsi dari kematangan biologis dan realitas dalam perkembangan konsep diri
  • Faktor yang banyak menentukan dalam perkembangan karir adaah perkembangan dan implementasi konsep karir
  • Proses pemilihan karir merupakan hasil perpaduan antara faktor individu dan faktor sosial serta antara konsep diri dan kenyataan.
  • Keputusan karir tergantung pada dimana individu menemukan jalan keluar yang memadai bagi kemampuan, minat, sifat kepribadian dan nilai.
  • Taraf kepuasan yang individu peroleh dari pekerjaan sebanding dengan tingkat dimana mereka telah sanggup mengimplementasikan konsep dirinya.
  • Pekerjan dan okupasi menyediakan suatu fokus untuk organisasi kepribadian baik pria maupun wanita.
Konsep diri di artikan sebagai gambaran seseorang mengenai diri sendiri yang merupakan gabungan dari keyakinan fisik, psikologi, sosial, emosional aspiratif dan prestasi yang mereka capai. Konsep diri merupakan salah satu aspek yang cukup penting bagi individu dalam berperilaku. Ada dua konsep dir, yaitu konsep diri komponen kognitif (self image)dan konsep diri komponen afektif (self esteem). Aspek-aspek konsep diri : (1) Pengetahuan yaitu mengenai apa yang individu ketahui tentang dirinya. Misalnya : seseorang akan menganggap dirinya seakan dirinya sempurna karena telah dikaruniai fisik yang lengkap, mahasiswi, seorang wanita usia 20thn.juga berasal dari kelompok sosial. (2) Harapan yaitu Inidividu memiliki pandangan tentang kemungkinan dirinya menjadi apa di masa depan. (3) Penilaian yaitu Ada yang bertentangan : “siapakah saya, pengharapan bagi inidvidu”, “seharusnya saya menjadi apa, standar bagi individu” disebut harga diri. Pengaruh konsep diri terghadap perilakuu individu : Konsep diri berperan dalam  mempertahankan keselarasan batin, Keseluruhan sikap dan pandangan individu terhadap diri berpengaruh besar pada pengalamannya. Konsep diri adalah penentu penggharapan individu. Konsep diri ada 2 : 1) konsep diri positif : yakin terhadap kemampuan dirinya mendiri dalam mengatasi masalah, merasa sejajar dengan orang lain, meneriima pujian tanpa rasa malu, mampu mengembangkan diri. 2)Konsep diri negative : peka diri terhadap kritik, responsive terhadap pujian, punya sikap hiperkritis, pemsimistis terhadaop kompetisi. Konsep diri sesungguhnya tidak mutlak dalam kondisi biner positif dan negative  tetapi karena konsep diori berperan pnting dlm penentu perilaku, maka harus di upayakan agar individu mempunyai banyak ciri2 konsep diri yang positif.
Donal d Super merencanakan suatu pandangan tentang perkembangan karirer yang  berlingkup sangat luas, karena perkembangan jabatan ini di pandang sebagi suatu proses yang mencakup banyak faktor. Fakator  tersebut untuk sebagian terdapat pada individu sendiri dan untuk sebagian terdapat dalam lingkungan hidupnya, yang semuanyaberinteraksi satu sama lain dan bersama-sama membentuk proses prkembangan karier sendiri seperti kebutuhan,sifat-sifat kepribadian serta kemampuan intelektual, dan banyak faktor  di luar individu, seperti  trap kehidupan sosial-ekonomi keluarga, variasi tuntutan lingkungan kebudayan, dan kesempatan/ kelonggran yang muncul. Namaun, titik beratnya terletak pada faktor-faktor pada individu sendiri. Donald super mnaruh perhatian pada psokologi diferesial sebagai cabang ilmi psikologi yang mempelajari perbedaan bermakna antara individu-individu, antara lain dengan menggunakan alat-alat tes untuk memperoleh data tentang berbagai ciri kepribadian yang jelas mempunyai kaitan dengan memegang suatu jabatan, seperti kemampuan intelektual, bakat khusus. Minat, dan sifat-sifat kepribadian
Proses perkembangan karir di bagi atas lima lima tahap (W. S. Winkel), yaitu :
  • fase pengembangan (Growth) dari saat lahir sampai umur lebih kurang 15 tahun, di mana anak mengembangkan berbagai potensi, pandangankhas,sikap, minat, dan kebutuhan-kebutuhan yang di padukan dalam stuktur gambaran diri (self-concept structure)
  • fase eksplorasi (Exploration) dari umur 15 sampai 24 tahun, di mana orang muda memikirkan berbagai alternatif jabatan, tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat.
  • Fase Pemantapan (Establisbment) dari umur 25 sampai 44 tahun, yang berceritakan usaha tekun memantapkan diri melalui seluk-beluk pengalaman selama menjalanikarier tertentu
  • Fase pembinaan (Maintenance) dari umur 45 tahun sampai 64 tahun, di mana orangyang sudah dewasa menyesuaikan diri dalam penghayatan jabatannya.
  • Face Kemunduran (Declien),bila orang memasuki masa pensiun dan harus menemukan pola hidup baru sesudah melepaskan jabatanya.
Kelima tahap ini dipandang sebagian acuan   bagi munculnya sikap-siakp dan perilaku yang menyangkut keterlibatan dalam suatu jabatan, yang tampak dalam tugas-tugas perkembangan karier (vocational developmental tasks).
Pada masa-masa tertentu dalam hidupnya individu di hadapkan pada tugas-tugas perkembangan karier tertentu, yaitu perencanaan garis besar masa depan (Crystallization) antara 14-18 tahun, yang terutama bersifat kognitif dengan meninjau diri sendiri dan situasi hidupnya. Penentuan (Specification), antara umur 18-24 tahun, yang bercirikan mengarahkan diri kebidang jabatan tertentu dan mulai memegang jabatan itu.pemantapan (Establishment),antara 24-35 athun, ayng berciriakan membuktikan diri mamapu memangku jabatan yang terpilih. Pengakaran (Consolidation) sesudah umur 35 tahun sampai masa pensiun, yang bercirikan mencapai status tertentu dan memperoleh senioritas.
Super (Osipow, 1983 : 157), Manrihu (1986 : 27-29) membagi tahap perkembangan karir menjadi lima tahapan :
  • Tahap perkembangan (growth) dari lahir sampai usia ±15 tahun, yakin anak mengembangkan berbagai potensi, sikap-sikap,minat, dan kebutuhan-kebutuhannya yang dipadukan dalam struktur konsep diri (self concept structure). Konsep diri tersebut berkembang melalui  proses identifikasi terhadap sosok kunci (key figures) di lingkungan keluarga dan sekolah. Tahap pertumbuhan terdiri dari tiga subtahap,yaitu :
  1. Fantasi (4-10 tahun) yang ditandai dengan dominan aspek kebutuhan akan rasa keingintahuan (curiousity).
  2. Minat (11-12 tahun) yang ditandai dengan tumbuhnya rasa senang sebagai determinan utama dari aspirasi dan aktivitas.
  3. Kapasitas (13-14) yang ditandai dengan pertimbangan bertambahnya bobot kemampuan,persyaratan,dan latihan karir.
  • Tahap eksplorasi (eksploration) dari 15 sampai 24 tahun, yakni ketika individu memikirkan berbagai alternatif karir, terapi belum mengambil keputusan yang mengikat. Pada tahap ini individu mulai melakukan penelaahan diri (self examination), mencoba berbagai peranan,serat melakukan penjelajahan pekerjaan atau jabatan baik di sekolah,pada waktu senggang,ataupun melalui sistem megang. Tahap ini meliputi tiga subtahap sebgai berikut :
  1. Tentatif (15-17) yang ditandai dengan mulai dipertimbangankanya aspek-aspek kebutuhan,minat,kapasitas, nilai-nilai dan kesempatan secara menyuluruh. Pilihan pada masa tentatif ini mulai diusahakan untuk keluar dari fantasi,baik melalui diskusi,bekerja,maupun aktivitas lainnya.
  2. Transisi (18-21) yang ditandai dengan menonjolnya pertimbangan yang lebih realistis untuk  memasuki dunia kerja atau latihanprofesional serta berusaha mengimplementasikan konsep diri.
  3. Mencoba (trial) dengan sedikit komitmen (22-24 tahun) ditandai dengan mulai ditemukannya lahan atau lapangan pekerjaan yang sangat potensial.
  • Tahap pemantapan/pendirian (establishment) dari usia 25 sampai 24 tahun yang berbicarakan usaha-usaha memantapan diri melalui pengalaman-pengalaman selama menjalani karir tertentu. Pada tahap ini individu sudah kedudukannya secarapermanen dalam suatu bidang. Pada awalnya mungkin sedikit mencoba-coba  (establishment) biasanya di mulai tanpa adanya istilah coba-coba terutama pada suatu profesi. Tahap pemantapan terdiri atas dua subtahap berikut.
  1. Mencoba dengan komitmen yang bersifat stabil (25-30) yang ditandai dengan berbagai dugaan tentang kurang memuaskannya lapangan pekerjaan tertentu. Pada tahap ini kemungkinan perubahan terjadi satu atau dua Pekerjaan dan bisanya diakhiri dengan di temukannya satu budang pekerjaan yang mantap.
  2. Lanjut (advancement) (31-41) yang ditandai dengan  semakin jelasnya pola karir serta  usaha-usaha yang  mengarahkan  pada pemantapan dan dan pengamanan posisi  dalam bidang tersebut. Bagi kebanyakan orang tahap ini merupakan tahap-tahap kreatif. Bagi kebanyakan orang, tahap ini merupakan tahap-tahap kreatif.
  • Tahun,yakin orang yang sudah dewasa menyesesuaikan diri,menikmati dan memaknai karir yang sedang dijalaninya.
  • Tahap kemuduran (decline) dari usia 65 tahun ke atas yakni ketika individu memasuki masa pensiun dan harus menemukan pola hidup baru sesudah melepaskan  jabatannya . peranan baru segara dikembangkan terutama memilih penerus. Tahap kemunduran terdiri atas subtahap berikut.
  1. Perlambatan (65-70) yang ditandai dengan kelelahan sebagai pekerja. Langkah kerja yang berkurang, pelaksanaan tugas kerja yang tidak penuh, serta mulai berkurangnya kapasitas kerja. Hampir  kebanyakan individu menemukan pekerjaan paruh waktu untuk menggantikan pekerjaannya utamanya.
  2. Pengunduran diri (retirement) (71 tahun ke atas) yang ditandai dengan menyerahkan atau mewariskan “kekuasaan” kepada generasi penerus. Secara umum yang terjadi pada masa ini berakhir  dengan beberapa kemungkinan-kemungkinan beberapa orang mampu menerimnya dengan hidup menyenangkan; beberapa yang lainnya berakhir dengankekecewaan dan kesulitan, kemudian sisanya berakhir dengan kematian.
Kelima tahap ini dipandang sebagai acuan bagi munculnya sikap-sikap dan perilaku yang menyangkut keterlibatan dalam suatu jabatan, yang tampak dalam tugas-tugas perkembangan karir.
Dalam teori ini rentang hidup dari Super terdapat suatu konsep yang di sebut dengan kematangan karir (career maturity). Kematangan karir (career maturity) merupakan tema sentral dalam teori perkembangan karir semasa hidup (life span career development) yang dicetuskanoleh Super. Kematangan karir (career maturity) di definisikan sebagai kesesuaian antara perilaku karir individu dengan perilaku karir yang diharapkan pada usia tertentu di setiap tahap.
Criter (Herr dan Cremer, 1979 : 174) berpendapat bahwa “..the maturity of an individual’s vocational behavior as indicanted by the similary between his behavior and the of the oldes individual’s in his vocational stages”. Definisi ini lebih menekankan pada kematangan karir sebagai tahapan hidup (life stages). Sementara itu, Super (Sharf, 1992:155) menyatakan bahwa kematangan karir didefinisikan sebagai “…the rediness to make appropriate career decisius”… readiness to make good choices atau kesiapan individu untuk membuat pilihan karir yang tepat. Definisi kedua ini lebih menekankan padakesiapan untuk membuat pilihan dan keputusan karir secara tepat.
Berdasarkan pada uraian tersebut, dapat dimaknai bahwa kematangan karir remaja dapat di ukur darimiliknya indicator-indicator kematangan karir sebgai berikut :
  1. Pertama, aspek perencanaan karir (career Planning). Aspek ini meliputi indicator-indicator berikut :
  2. Mempelajari informasi kareer.
  3. Membicarakan karir dengan orang dewasa.
  4. Mengikuti pendidikan tambahan (kursus) unutkmenambah pengetahuan tentang keputusan karir.
  5. Berpartisipasi dalam kegiatan kegiatan ekstrakulikurer.
  6. Mengikutipelatihan-pelatihan berkaitan dengan pekerjaan yang diinginkan.
  7. Mengetahui kondisi pekerjaan yang di inginkan.
  8. Mengetahui persyaratan pendidikan untuk pekerjaan yang di inginkan.
  9. Dapat merencanakan apa yang harus dilakukan setelah tamat sekolah.
  10. Mengetahui cara dan kesempatan memasuki dunia kerja yang di inginkan
  11. Mampu mengatur waktu luang secra efektif.

  1. Kedua, aspek eksplorasi karir (career exporation). Eksplorasi karir di definisikan sebagi keinginanindividu unutkmengeksplorasi atau melakukan pencarian informasi terhadap sumber-sumber informasi karir. Aspek ini mulai mencakup indicator-indicator sebagi berikut :
  2. Berusaha mencari dan menggali informasi karir dari berbagai sumber (guru BK, orang tua, orang sukses, dan sebagainya).
  3. Memiliki pengetahuan tentang potensi diri, di antaranya bakat, minat, intelegensi,kepribadian, nilai-nilai, potensi, dan prestasi.
  4. Memiliki cukup banyak informasi karir.
  5. Ketiga, pengetahuan tentang membuat keputusan kair (decision making) aspek ini terdiri dari berbagai indicator-indicator berikut :
  6. Mengetahui cara-cara membuat keputusan karir.
  7. Mengetahui langkah-langkah dalam membuat keputusan karir, terutama penyusunan perencanaan karir.
  8. Mempelajari penyusunan karir.
  9. Menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalammembuat keputusan karir.
  10. Keempat, pengetahuan (informasi) tentang dunia kerja (world of world information) menurut Super (saraf, 1993: 158) konsepini memiliki 2 komponen dasar itu.pertama berhubungan dengan tugas perkembangan ketika individu mengetahui minat dan kemampuan dirinya, mengetahui orang lain, mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaanya,dan mengetahui alasan orang lainberganti pekerjaan. Keduakonsep yang berkaitan dengan pengetahuan dengan tugas-tugas vocational dan perilaku dalam bekerja.
  11. Kelima, aspek pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai (knowledge of preferred occupational group). Aspek ini terdiri dari indicator-indicator berikut :
  12. Memahami tugas dari pekerjaan yang di inginkan.
  13. Mengetahui sarana yang di butuhkan dari pekerjaan yang di inginkan.
  14. Mengetahui persyaratan fisik dan psikologis dari pekerjaan yang di inginkan.
  15. Mengetahui minat-minat dan alasan-alasan yang tepat dalam memilih pekerjaan.
  16. Keenam, aspek realism keputusan karir (realism). Realism keputusan karir adalah perbandingan antara perbandingan antara kemampuan individu dengan pilihan pekerjaan secara realistis (Super dalam Sharf, 1992 : 159). Aspek ini terdiri dari indicator-indicator berikut :
  17. Memiliki pemahaman yang baik tentang kekuatan dan kelemahan diri berhubungan dengan pilihan karir yang diinginkan.
  18. Mampu melihat faktor-faktor yang akan mendukung atau menghambat karir yang di inginkan.
  19. Mampu melihat kesempatan yang ada berkaitan dengan pilihan karir yang diinginkan.
  20. Mampumemilih slah satu alternative pekerjaan dari berbagai pekerjaan yang beragam.
  21. Dapat mengembangakan kabiasaan belajar dan bekerja secara efektif.
  22. Ketujuh, orientasi karir (career orientation). Orientasi karir di definisikan sebagai total dari :
  23. Sikap terhadap karir.
  24. Keterampilan membuatkeputusan karir.
  25. Informasi dunia kerja (Superdalam Sharf, 1992 :159).
Sikap dari Karir terdiri dari perencanaan dan eksplorasi karir. Keterampilan membuat keputusan karir tediri dari kemampuan menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam membuat keputusan karir. Informasi kerja terdiri atas memiliki informasi tentang pekerjaan tertentu dan memiliki informasi tentang orang lain dalam dunia kerjanya.
4.      EVALUASI KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN TEORI DONAL E. SUPER
Teori donal  E. Super adalah representasi, baik memerintahkan sangat sistematis dari proses pematangan kejuruan. Ini memiliki keutamaan bangunan pada aspek-aspek  dari aliran utama dari psikologi perkembangan dari teori kepribadian dan menunjukkan bagaimana dua aliran dapat bersatu untuk menjelaskan prilaku dalam satu bidang utama dari aktivitas manusia. Versi asli dari teori itu terlalu umum untuk menjadi nilai praktis yang banyak, dan bahkan nilai konseptual yang dibatasi oleh gaya menyapu nya. Kemudian versi, bagaimapun, adalah jauh lebih rinci, sebagai Super dan rekan-rekannya telah berusaha untuk menunjukkan parameter teori dalam hal yang lebih spesifik..
Beberapa alasan mengapa teori super dijadikan dasar bagi teori rentang hidup adalah sebagai berikut :
1.      Teori perkembangan Super adalah salah satu teori yang menggambarkan sebagian kecil rentangan hidup.
2.      Ada beberapa teori rentang hidup yang kemudian dikembangkan oleh Super menjadi suatu bentuk yang valid dalam teorinya disertai instrument yang dapat digunakan dalam konseling.
3.      Banyak penelitian yang dihubungkan dengan konseling dari teori perkembangan Super.
4.      Beberapa karakter dan factor dari teori perkembangan karir banyak memiliki kemiripan.

5.      PERANAN INFORMASI DAN SELEKSI KARIR
Peranan informasi dan seleksi karir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari teori Super, khususnya di masa remaja awal, remaja akhir, hingga perkembangan karir dewasa awal, informasi dan seleksi karir menjadi fokus dari kegiatan konseling. Perolehan informasi karir sangat berperan bagi kematangan karir seseorang, khususnya menjadi sebuah konsep yang paling penting di masa remaja. Teori Super memiliki konstruksi yang valid sehingga dapat di gunakan sebagai instrument yang membantu pekerjaan konselor.







BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Donald E. Super, Profesor Psikologi dan Pendidikan di Teachers College, Columbia University, adalah coordinator internasional pekerjaan pentingnya studi di departemen psikologi di University of Florida. Hingga pension, ia juga aktif berafiliasi dengan University of Georgia dan Amstrong State College ( di Savannah ) dan menjabat sebagai konsultan untuk berbagai instansi pemerintah, perusahaan, dan institusi pendidikan. Teori yang digunakan oleh Donald super adalah teori perkembangan karir yang ditanamkan pada anak usia dini sampai usia lanjut. Donald E. Super menerapkan teori tersebut melalui proses pendekatan perkembangan yang terkenal dengan sebutan “ Rainbow Theory”
Pendekatan perkembangan super adalah didasarkan pada lima tahap kehidupan, dan ini dijelaskan dibawah ini :
  1. Pertumbuhan ( lahir 14) fantasy (4-10) : kebutuhan yang dominan. Bunga (11-12). Kapasitas (13-14) : kemampuan dianggap serta persyaratan kerja.
  2. Eksplorasi (15-24) tentative (15-17) : pilihan tentative dibuat dan berusaha dalam fantasi, diskusi dan bekerja. Transisi (18-21) : faktor realitas diberikan perhatian lebih sebgai individu masuk kerja, pelatihan atau pendidikan lebih lanjut. Percobaan (21-24) : pilihan yang tampak cocok dicoba.
  3. Pendirian (24-44) percobaan (24-30) : pekerjaan (atau pekerjaan) kemungkinan akan diuji untuk kesesuain. Stabilisasi (31-44) : mucnul dan upaya individu untuk mengamankan posisinya dalam pekerjaan.
  4. Pemeliharaan (44-64) posisi pekerjaan dikonsolidasikan
  5. Penurunan (65+) pension atau pengurangan peran dalam pekerjaan.








DAFTAR PUSTAKA
 Suherman, Uman. Konseling Karir Sepanjang Rentang Kehidupan. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Santrock,  Jhon W. (2002). Life Span Development (Perkembangan Masa Hidup) Jilid 2, Edisi kelima. Jakarta : Erlangga.
Winkel, W.S & Hastuti M.M. Sri. Bimbingan dan Konseling. Institusi Pendidikan
Ghufron, M. Nur. & S. Risnawita Rini. (2010). Teori-Teori Psikologi. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media-Group.
Munandar. (1996). Program Bimbingan Karir di Sekolah. Jakarta : Jalan Pintu Satu Senayan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar